Bukan Satu-satunya Kebenaran

Awalnya hanya ingin mempelajari Bahasa Jepang kembali. Maka, aku pun menonton sebuah dorama yang sedang ditayangkan di salah satu stasiun tadi malam meski sebelumnya tak mengikuti dorama tersebut.

Episode kali ini bercerita tentang Hari Kunjungan Kelas, yaitu kegiatan orangtua yang mengunjungi anaknya dan menyaksikan kegiatan belajar mereka di kelas. Kunjungan Kelas sendiri hanya diadakan oleh asrama putri. Sebelum orangtua mereka datang, para siswi itu berbincang di kelas, saling menanyakan apakah orangtuanya datang atau tidak.

Maria, salah satu siswi di asrama itu mengatakan pada teman2nya kalau ayahnya tak bisa datang karena ada urusan pekerjaan di luar negeri. Sebenarnya ia berbohong. Ayahnya ingin sekali datang tapi Maria melarangnya. Entah apa alasannya, mungkin ia malu karena ayahnya bukan orang kaya.

Sang ayah yang ingin sekali melihat kelas putrinya, memaksakan diri untuk datang ke asrama meski hanya bisa menyaksikan dari jauh. Namun pelayan asrama memergoki ia yang tengah mengendap-endap ke sekolah dan mengira ayah Maria seorang penjahat. Ayah Maria akhirnya menceritakan maksud dan tujuannya.

Seira, salah satu pelayan di asrama itu kemudian membawa lelaki itu menuju kelas Maria. Ayah Maria yang berjanji untuk tidak mengganggu akhirnya hanya bisa memandang anaknya dari luar jendela. Sayangnya, maria yang tanpa sengaja melihat ke arah jendela menjadi sangat terkejut melihat kemunculan ayahnya. Hal itu justru mengundang perhatian yang lain dan membuat seorang guru membiarkan ayah Maria masuk ke kelas.

Saat Seira sedang berbincang dengan Masami, siswi asrama yang juga sahabatnya, Maria datang lantas mendorongnya hingga jatuh –yang disaksikan oleh seisi kelas. “Kau seharusnya tidak melakukan hal-hal yang tak perlu,” katanya. Seira yang menyadari bahwa Maria sedang membahas tentang kedatangan ayahnya hanya bisa meminta maaf atas kesalahannya. “Aku yang memintanya untuk tidak datang!” lanjut Maria.

Seira yang tak mengerti dengan sikap Maria kemudian angkat bicara. Ia lalu ceramah panjang lebar tentang bagaimana bersikap terhadap orangtua. Menurutnya, Maria tidak boleh membuat orangtuanya sedih dan terluka. “Mungkin sikapku saja yang berlebihan karena aku sudah tidak memiliki orangtua,” katanya menutup pesannya untuk Maria.

Apakah sampai bagian ini kau merasa perkataan Seira sudah benar?

Suasana kelas hening sejenak. Tapi kemudian seorang siswi tidak sepakat dengan tuduhan yang dilontarkan Seira. “Orang luar seharusnya tidak usah mengkritik. Bukan berarti Maria tidak menyayangi ayahnya,” ujar siswi itu. (statement ini didukung oleh satu scene di mana Maria mengantar ayahnya ke luar sekolah dan bilang agar ayahnya berhati-hati di jalan.)

Ternyata, Masami pun menguatkan argumen temannya itu. Ia kecewa pada sikap Seira. “Kau memang benar. Tapi kebenaranmu bukan kebenaran satu-satunya,” kata Masami. Masami juga menegaskan agar Seira tidak asal kritik jika tak paham kondisinya. “Tiap orang membawa kondisinya sendiri. Tapi mereka mencoba memberikan yang terbaik.” katanya menambahkan.

Baru menonton satu episode aku langsung diberi suguhan yang menarik. Entah di episode lain apakah ada pelajaran yang bisa diambil. Tapi dari episode ini aku belajar bahwa terkadang kebenaran itu bersifat relatif. Kebenaran yang disampaikan dengan salah bisa jadi berefek tidak baik. Seringkali tokoh protagonis dalam sebuah cerita dianggap selalu benar, selalu baik. Tapi dalam dorama ini, kita bisa saksikan bahwa Seira Si Baik ternyata tertampar oleh kata2nya sendiri.

Oya, di akhir insiden itu, semua siswi di kelas meninggalkan Seira, kecuali Masami. Sebelum akhirnya ia juga ikut pergi, ia mengatakan kepada Seira bahwa sebagai seorang sahabat, itulah yang harus dilakukannya. Mengoreksi sikap sahabatnya jika memang ia salah. Kayaknya jarang yaa yang bisa seperti itu. Seringkali, atas nama sahabat, kita jadi punya kamus “nggak enakan”. *kalau Ai ada salah mohon koreksinya yaa

***
Ruang Tengah,
4 Januari 2012 pk. 23.08 wib
Dorama yang dimaksud adalah A Little Princess. Tayang di O-Channel pk. 20.00-21.00 wib. Entah sekarang sudah sampai episode berapa😀

22 responses

  1. Kok jadi penasaran pengen nonton, ya :DHmm, tapi malas, ah. Untuk episode selanjutnya, ceritain lagi ya Ai😀 Aku penasaran juga kayak Cindy, heheTemanya bagus, jadi ingat Flipped😉

  2. akunovi said: Kok jadi penasaran pengen nonton, ya :DHmm, tapi malas, ah. Untuk episode selanjutnya, ceritain lagi ya Ai😀 Aku penasaran juga kayak Cindy, heheTemanya bagus, jadi ingat Flipped😉

    aku juga belum tentu bakal nonton lagi :ptapi sebenernya asyik juga dengerin percakapan nihon-go-nya ^^tema secara keseluruhan tentang ketegaran seorang “princess” (Seira) yang tadinya kaya dan sekolah bareng mereka akhirnya turun kasta jadi cuma pelayan di dapur.

  3. jaraway said: perlu memahami latar belakang seseorang melakukan hal yang menurut kita tidak benar..jangan ‘langsung menghakimi’ ya?

    betul-betul.. apalagi jika kita “orang luar”. jangan asbun🙂

  4. pianochenk said: Ada dorama tayang di o channel? Wah, padahal dulu ga ada. Ini adaptasi dr buku barat ai, judulnya a little princess jg.

    aku juga baru tau, mba pi.. tayangan sebelumnya K-drama gitu.oya, abis nonton satu episode itu aku langsung googling dan akhirnya tau kalo cerita itu dadabtasi dari novel barat🙂

  5. azizrizki said: tipi kabel y?*tipi biasa aja blm pnya

    bukan ki.. aku juga ga langganan tv kabeldi jakarta ada lumayan banyak siaran tv swasta, salah satunya O-Channel itu ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s