Marilah

Hayya ‘alashsholaah..
Hayya ‘alalfalaah..

Ajakan itu menggema. Dari satu, dua pengeras suara. Oh, tidak. Bahkan lebih dari itu. Suaranya mengalahkan rintik hujan yang beradu dengan atap genting.

Hayya ‘alashsholaah..
Hayya ‘alalfalaah..

Rasakanlah ajakan itu. Begitu lembut, begitu menguatkan. Bayangkan jika kau dipanggil seseorang lantas ia berkata, “hei, kesini kau!”. Kau pasti akan sangat dongkol dibuatnya. Tapi seruan untuk menegakkan tiang agama itu berbeda. “Mari.. Kemarilah!”

.
.
.

*dan entah paragraf terakhir yang sudah diketik hilang ke mana.

One response

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s