[SDS] from Jaraway

Tersadar, di antara SMS-SMS yang mengisi inbox HP-ku, SMS tausiyah dari Mba Fajar cukup banyak juga. Emm, tepatnya, sekalinya SMS pasti panjang2. Atau kalo nggak, pasti deh promosi tentang Tarbawi. Heheu.. Dulu aku juga punya kumpulan SMS tausiyah dari salah satu temen MP. Ruy (tarkiena) namanya. Tapi tersimpan di note Noujo dan nggak bisa diselamatkan sebelum dipindah ke jurnal SDS.

Buat Mba Jar, gapapa yaa aku pindahin SMS-nya ke sini
Nggak semua kok, beberapa SMS (yang geje) udah kuhapus). Hoho…

20 Nov’11

“Doa, betapa mudah kita melakukannya, tapi sungguh berarti buat mereka yang kita sebut namanya. Ketika keadaan, ruang, dan waktu menjadi hambatan bagi kita untuk berbuat bagi mereka, saudara2 kita, doa adalah solusinya. Setidaknya lewat doa (yang kita yakini keterkabulannya) kita bisa membuktikan diri sebagai orang yang bisa membalas budi. Orang-orang yang peduli pada mereka yang telah menjadi orangtua, saudara, kerabat, sahabat, guru, pemimpin, dan siapapun yang telah berarti dalam hidup kita. Betapapun lirihnya, doa sejatinya adalah ekspresi dari ikatan hati.” [Tarbawi]

>hanya bisa mendoakanmu

~~Pesan terakhirnya itu loooh.. so sweet!

27 Des’ 11

Dari Ade:
awalnya, mobil itu aku yang nyerempetin. ada yang pecah. beberapa hari kemudian, sore, mobil yang sama diserempet bagian kanan belakang. jadi nambah yang pecah plus penyok. malamnya, mobil tersebut kepater, masuk selokan berlumpur. bemper depan kena. dua hari kemudian, lampu kiri bagian belakang nyium tembok. pecah juga. entah berapa total biaya yang harus dikeluarkan untuk diperbaiki. andai itu motor, biaya perawatannya nggak akan lebih mahal daripada mobil. kalo sepeda ontel, pasti lebih murah lagi. pejalan kaki, cuma modal sendal jepit aja udah cukup.

Seandainya boleh, kejadian ini kuanalogikan dengan kadar keimanan seseorang. semakin mudah ujiannya, berarti ujiannya masih tipis. begitu juga sebaliknya. Berbahagialah mereka dengan kesabaran dan syukur bagi yang sekarang diuji dengan ujian begitu berat. karena keimanan mereka akan naik pada tingkatan yang lebih tinggi. Dan Allah pasti memberi jalan atas semua ujian ^_^v

~~dan SMS yang panjang itu nggak aku bales cobaaa… haha. sungguh keterlaluan!
dugaanku sih Mba Jar sms ini setelah membaca salah satu QN-ku tentang kasus #youdon’tknowwho :))

Masih dari Ade:
Tadi malam abis diingetin sama seseorang. Sebaik-baik manusia itu yang penting di akhirnya ia tetap jadi baik. Sayang aja kalo dulu dia baik, tapi sekarang berubah dan nggak lebih baik daripada dia yang dulu. Karena akhirnya yang baik itu khusnul khatimah.

hayoo…ngacung…
siapa yang pengen hari ini lebih baik dari kemarin?
mau mau mau? ^_^v


~~eeh, tanggal berapa yaa? udah keburu diapus SMS-nya

10 Jan’ 12

Dari ade:
Seorang ibu mulai bercerita, kira2 gimana rasanya, kalo anak kita dituduh nyuri? aku cuma diam, menunggu cerita lanjutan.

“Anak saya disuruh nyuri dompet isinya 300rb. tapi saya percaya bukan anak saya yang nyuri. karena tuduhan itu, anak saya pergi dan nggak mau ke rumah itu lagi. Nggak ada yang tau kemana anak saya pergi. nggak ada juga yang berusaha mencari. Saya ingin sekali memeluk anak saya ketika itu. Tapi jarak kami begitu jauh. akhirnya saya terima kabar ia baik2 saja.

Suatu hari saya dapet kabar, ternyata dompet itu bukan dicuri, tapi sengaja disembunyikan oleh seorang nenek yang ada di rumah itu. Sakit hati saya ketika tahu skenario “pengusiran” anak saya dari rumah tersebut. sekarang rumah itu membutuhkan saya dan anak saya. Kami harus ke sana.”

aku bertanya, “sakit hati ibu sudah sembuh?”

si ibu tersenyum, “sakit hati itu sulit sembuhnya, nak. tapi kalau saya nggak dateng ke sana karena sakit hati saya, padahala mereka berharap saya dateng dan membantu, berarti saya tidak lebih baik dari mereka. kan nabi dulu nyontohin gitu, nak. kalo disakiti angan bales menyakiti.

aku senyum, “tapi kita kan bukan nabi, bu?”

“iya, tapi kan berusaha nyontoh nabi gapapa toh..”

~~see? panjang bener kaaan? kalo dibuat dalam format SMS, jadinya 6 halaman loh! wews.. itu jempol apa nggak keriting, mba? eh eh, tapi aku masih sangsi sih. Mba Jar yang ngetik sendiri isinya atau langsung forward SMS ade-nya. haha.. abis hanya tertulis: dari ade

19 Jan ’12

Spiritualitas (red: iman) kita seperti laut, kadang pasang, kadang surut.
Jiwa kita seperti langit, kadang cerah, kadang mendung.
Pengetahuan kita seperti kaca. Kadang jernih, kadang buram.
“Ya Rabbi, janganlah Engkau sesatkan kami, setelah kami Engkau beri petunjuk.”
Aamiin yaa Allah..

~~ada lagi sebenernya SMS yang terbaru dari Mba Jar.
Seperti biasa, promo Majalah Tarbawi.

Sampai jumpa di SDS selanjutnyaaa ^o^

27 responses

  1. hahahahahahahaha….. maaph ai.. sapidiq masih rusak.. qiqiqibukan aku yang ngetiiiikk.. si ade.. hihihi..mantan adek angkatanku satu itu.. he…aku masih inget utang2q di TB.. =D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s