30/01/12

Aku akan mengingat tanggal itu
saat lelakiku menangis tersedu
untukku, untuk kami
“maafkan aku,” katanya

airmata membanjiri matanya yang sayu
dan saat itu aku berjanji (lagi)
aku takkan membiarkan airmatanya jatuh sia-sia

kukecup keningnya lembut
“aku bersyukur terlahir sebagai anakmu,” bisikku

***
kamar imaji,
31 jan 12 pk. 02.22 wib
laa hawla wa laa quwwata illa billah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s