book-a-lova | 01

Menurut George Dyson, “Writing is 10% inspiration and 90% not being distracted by internet.” Nah, kalo aku boleh tambahin, “Reading is 10% connected with book and 90% not being distracted by drama series.”

Bulan Januari ini aku keasyikan nonton Hana Kimi (lagi, mengingat mood yang sempat nggak oke dan aku butuh tontonan segar dan lucu.) dan 49 Days (Ternyata nggak cukup nonton endingnya, huhu). Tapi itu tentu bukan alasan yang akan kuberikan melihat jumlah bacaanku bulan ini yang mentok di angka 5.

“Great work! You’re on track!” Begitu kata Goodreads via reading challenge setelah aku masukkan buku2 yang kubaca di bulan Januari ini. Ya, meski jumlahnya terlalu sedikit dibanding yang lain, tapi berhasil menyelesaikan 5 buku dalam waktu sebulan memang merupakan pencapaian yang baik mengingat target bacaanku setahun sebanyak 52 buku.

Tahun ini aku mau bikin jurnal bookalova yang agak2 beda dengan tahun2 sebelumnya. Kali ini aku nggak akan terlalu fokus membahas sinopsis ceritanya. (kalo mau, baca review-ku di Goodreads aja yaa! ). Aku akan membahas tentang pelajaran apa saja yang kudapatkan, yang semoga sih berguna untuk keperluan menulis dan ngritik karya orang. Haha (jangan ditiru yaa ). Harapanku sih ke depan nggak asal baca buku tapi aku nggak dapet apa-apa. *Kayaknya bacaanku juga harus lebih beragam lagi! Yosh! Semangat!

Dan berikut adalah daftar bacaanku selama bulan Januari:

Kecuali newKMGP, lagi dipinjem Kakak

1. La Tahzan for Broken Hearted Muslimah – Asma Nadia dkk
Buku ini kupinjam dari Mba Novi karena aku pengen baca tulisan salah satu kontributornya, yaitu Novi Khansa. Ulasannya bisa dibaca di sini. Dari buku ini, aku belajar tentang gaya menulis dari masing-masing kontributor. Beragam sekali. Ada yang mellow, ada juga yang gokil. Aku juga belajar untuk menulis true story yang akhir-akhir ini sepertinya sedang in. Proyek-proyek antologi pun bertebaran. Intinya, sebagai pembaca, aku menyukai tulisan yang menyentuh. Tak harus cerita sedih, tapi aku bisa larut di dalamnya. Dan seringkali inilah kesulitan menulis true story. Seberapa menarikkah cerita kita hingga bisa dibagikan ke orang-orang?

2. Wo Ai Ni: Jangan Ekspor Cintaku – Achi TM
Novel bergenre pelit (personal literature) ini merupakan salah satu hadiah buku dari Mba Arie dalam lomba QN a la Tobie. Jujur awalnya agak malas membacanya. Seberapa menarik sih membaca kisah orang lain? Hehe.. Tapi berhubung aku juga kepikiran untuk bikin pelit, jadi mau nggak mau aku mesti belajar dari buku bergenre itu. Berhubung di rumah buku ini nganggur, jadi aku baca deh. Intinya sih kalo mau bikin pelit adalah gimana caranya agar tulisan kita nggak garing dan heri alias heboh sendiri. Memasukkan hal-hal yang unik juga sama pentingnya. Harus meaning lah! Ulasannya bisa dilihat di sini.

3. Please Look After Mom – Kyung Sook Shin
Satu hal yang membuatku agak lama membaca novel ini adalah banyaknya sudut pandang yang dipakai. Ada lima bab yang semuanya memiliki sudut pandang yang berbeda. Menarik sih, pembaca jadi memiliki sudut pandang yang luas tentang sosok ibu. Bisa lewat suaminya, anak tertuanya, anak perempuannya, termasuk dari sudut pandang sang ibu. Tapi aku seringkali dibuat bingung setiap kali membaca awal bab-bab tersebut. Ini sudut pandangnya siapa sih? Tapi setelah menyatu dengan ceritanya, rasanya menyenangkan untuk meneruskan novel itu.

FYI, novel ini termasuk International best seller. Aku sepakat. Sang penulis benar2 apik menggambarkan sosok ibu. Membuatku sering bergumam, “iya betul” atau “wah, ternyata seorang ibu tuh gitu yaa??”. Lebih dari itu, di tiga perempat cerita itu, ada kejutan-kejutan untuk pembaca, yang mengaduk emosi, menarik banget lah pokoknya. Dan aku menemukan banyak kutipan menarik dari novel ini. Beberapa bisa dilihat di sini, tapi reviewnya belum selesai dibuat ^v

4. Ketika Mas Gagah Pergi dan Kembali – Helvy Tiana Rosa
Bintang lima untuk kumcer ini. Ah, ulasannya udah kubuat di sini sebenernya. Tapi akan aku salin beberapa paragrafnya:

New KMGP ini adalah bacaan yang ringan tapi berbobot. Nah, bingung kan? Hehe.. Jadi kalau dilihat dari bahasanya santai banget, nggak ngejelimet (seperti kalo aku baca Bukavu ^^”), tapi setiap cerpennya membawa pesan-pesan Islam yang terang, penuh hikmah, dan membawa kesadaran berpikir tentang permasalahan-permasalahan seputar Islam yang ada di sekitar kita.

Akhir-akhir ini sepertinya menemukan beberapa penulis fiksi islami senior maupun yang pemula yang agak malu-malu menyampaikan pesan-pesan Islam secara jelas dalam karyanya. Tapi mungkin begitulah tantangan jaman sekarang. Bahasa mesti diperlembut kalau ingin diterima oleh kalangan yang lebih luas lagi. Tapi sejujurnya membaca newKMGP membuatku rindu dengan karya2 fiksi yang kubaca jaman SMA dulu🙂

5. Daun Kamboja Luruh Satu-satu – Ifa Avianty
Aku punya banyak catatan untuk novel Mba Ifa yang satu ini. Haha..

Membaca novel ini membuatku merindukan deskripsi dalam sebuah novel (yang biasanya justru nggak aku suka, apalagi kalo sang penulis tipe yang detail banget). Aku justru menantikan banyak hal yang dieksplor lebih jauh, mulai dari karakter sang tokoh sampai ceritanya. Ketika di awal, aku merasa alurnya terlalu cepat. Kok banyak hal yang tiba-tiba dan loncat sana sini? Mungkin karena kurang tebal jadi semuanya terlihat serba nanggung. *heh? dikira gampang bikin novel???

Oya, aku juga nggak begitu nyaman dengan sudut pandang di novel ini. Aduh, nggak terlalu ngerti sebenernya soal POV. Tapi di sini, penulis seolah memahami semua perasaan tokoh-tokoh di dalamnya (kalo ga salah namanya POV “segala tahu” yaa? ;p). Dan karena suka loncat-loncat itulah aku jadi kadang suka bingung dibuatnya.

Masih ada lagi. Silakan mampir ke sini lah untuk baca ulasan lengkapnya
🙂

Oya, “si tak setia” ini juga sempat menyentuh beberapa buku lain, seperti Ranah Tiga Warna, Recipes for a Perfect Marriage, Segarkan Hari-harimu dengan Ibadah Berpikir, Kumpulan Cerpen Kompas, dan teteup, 7 Keajaiban Rezeki. Eeh, ternyata lumayan banyak yaa? Tapi sebenernya hanya dibaca 10-20 halaman aja. Jadi belum bisa kuulas yah! ^^v

***
di Balik 3 Jendela,
2 Februari 2012 pk. 05.06 wib
Okeh, ini laporanku, mana laporanmu?

39 responses

  1. akuai said: ntinya, sebagai pembaca, aku menyukai tulisan yang menyentuh. Tak harus cerita sedih, tapi aku bisa larut di dalamnya. Dan seringkali inilah kesulitan menulis true story

    nah, itulah yg membuat aku lama menimbang2 buku ‘indonesia mengajar’. Aku yakin temanya menarik, tapi aku tak yakin semuanya terbiasa menuangkannya… yang membuatku akhirnya memutuskan untuk tak membelinya.. inimal untuk saat itu

  2. mylathief said: nah, itulah yg membuat aku lama menimbang2 buku ‘indonesia mengajar’. Aku yakin temanya menarik, tapi aku tak yakin semuanya terbiasa menuangkannya… yang membuatku akhirnya memutuskan untuk tak membelinya.. inimal untuk saat itu

    sy ud beli buku indonesia mengajar itu, tp belum tersentuh -.-aga mikir amat waktu mw beli.kebawa atmosfer kayaknya -.-“kalo 99 cahaya di langit eropa gmn? true story jg kan itu.sy cm ngasih 3bintang *tp ujung2nya tetep beliin dua buku bwt dua orang -.-;

  3. mylathief said: nah, itulah yg membuat aku lama menimbang2 buku ‘indonesia mengajar’. Aku yakin temanya menarik, tapi aku tak yakin semuanya terbiasa menuangkannya… yang membuatku akhirnya memutuskan untuk tak membelinya.. inimal untuk saat itu

    aku ga bisa berkomentar juga untuk buku IM itu karena belum baca :|tapi beli lah om.. buat menginspirasi anak2 bontang ^^

  4. akuai said: Tahun ini aku mau bikin jurnal bookalova yang agak2 beda dengan tahun2 sebelumnya. Kali ini aku nggak akan terlalu fokus membahas sinopsis ceritanya. (kalo mau, baca review-ku di Goodreads aja yaa! ). Aku akan membahas tentang pelajaran apa saja yang kudapatkan, yang semoga sih berguna untuk keperluan menulis dan ngritik karya orang. Haha (jangan ditiru yaa ). Harapanku sih ke depan nggak asal baca buku tapi aku nggak dapet apa-apa. *Kayaknya bacaanku juga harus lebih beragam lagi! Yosh! Semangat!

    keren ih, ai ^^dBotchan tuh, POV orang pertamanya dapet bgt. terkontrol.oia, kmgp itu lebih rngan dari bukavu. beda ah *teteupiya ya, dulu waktu sma baca tuh serial syakila, topan marabunta, aisyah putri. tau kan ai?

  5. faraziyya said: kalo 99 cahaya di langit eropa gmn? true story jg kan itu.

    kadang bukan soal true story atau bukan, tapi sberapa ia bisa menulis kisahnya itu menjadi tulisan yang menarik. Novel 9 Summers 10 Autumns juga based on true story. Udah jadi best seller sekarang. Tapi beberpa temenku ga suka dengan ke-mellow-an si penulis dalam bercerita sedangkan aku entah kenapa justru suka😀

  6. faraziyya said: keren ih, ai ^^dBotchan tuh, POV orang pertamanya dapet bgt. terkontrol.oia, kmgp itu lebih rngan dari bukavu. beda ah *teteupiya ya, dulu waktu sma baca tuh serial syakila, topan marabunta, aisyah putri. tau kan ai?

    Botchan tuh tentang apa sih? novel anak yaa?ehya, maksudnya gitu. Baca bukavu itu ngjelimet. Bahasanya nyastra abis. Makanya sampe sekarang masih ada cerpen di bukavu yang belum selesai kubaca *tapi bukunya entah keselip di mana :paku tau judul2 itu, tapi belum kubaca :paku bacanya 101 dating; oke, kita bersaing; lukisan sakura; jadian 6 bulan; double F team; dan kumcer2nya flp lainnya. *jaman SMA itu ternyata aku justru suka sama bacaan fiksi.. haha..

  7. botchan tu, bukan novel anak. lha latar saat dy masih kanak-kanak cuma 1 bab awal, 20 hlmn aja kalo ga salah. sbnrny tmsk satir sosial jepang. cm ya karena latar waktunya 1900 awal, jd rada ga spesial konfliknya (sbnrny)

  8. akuai said: aku tau judul2 itu, tapi belum kubaca :paku bacanya 101 dating; oke, kita bersaing; lukisan sakura; jadian 6 bulan; double F team; dan kumcer2nya flp lainnya. *jaman SMA itu ternyata aku justru suka sama bacaan fiksi.. haha..

    kalopun dulu baca nonfiksi pun plg ya bukunya O.Solihin kayak ‘jagan jadi bebek’, ‘jangan nodai cinta’ ato serial bintangnya ILNA center, iya ga? hehhe

  9. faraziyya said: kalopun dulu baca nonfiksi pun plg ya bukunya O.Solihin kayak ‘jagan jadi bebek’, ‘jangan nodai cinta’ ato serial bintangnya ILNA center, iya ga? hehhe

    hehe.. betul betul. ada juga jangan jadi seleb.aku juga koleksi serial ngeFrend sama Islam.. tapi bukunya ga terawat :p

  10. faraziyya said: botchan tu, bukan novel anak. lha latar saat dy masih kanak-kanak cuma 1 bab awal, 20 hlmn aja kalo ga salah. sbnrny tmsk satir sosial jepang. cm ya karena latar waktunya 1900 awal, jd rada ga spesial konfliknya (sbnrny)

    oalah.. seingetku mba novi baca bochan juga soalnya, jadi kupikir novel anak. aku komen di judul buku yang lain kayaknya😀

  11. akuai said: oalah.. seingetku mba novi baca bochan juga soalnya, jadi kupikir novel anak. aku komen di judul buku yang lain kayaknya😀

    novel anak yang kubaca itu karyanya jacquline wilsonkalau botchan cuma dikit cerita anaknya, hehebeda sama toto chan, walau sama2 ‘chan’ :PGak tahu kenapa diberi judl botchan yang terkesan anak:Ddan itu memang panggilan untuknya dari si pengasuh, hehe. lengkapnya baca sendiri, deh, ada di pengantar :DAku belum kelarin, dikit lagi soalnya apa ya… gak seru kalau diceritain😛

  12. akuai said: Proyek-proyek antologi pun bertebaran. Intinya, sebagai pembaca, aku menyukai tulisan yang menyentuh. Tak harus cerita sedih, tapi aku bisa larut di dalamnya. Dan seringkali inilah kesulitan menulis true story. Seberapa menarikkah cerita kita hingga bisa dibagikan ke orang-orang?

    sudah menyentuhkah tulisanku? :Pseberapa menarik?hmmm, apakah harus ‘menarik’ untuk membagi sesuatu?😀

  13. armeliarizkyhidayati said: Aku cm baca 1 buku Ai bulan kemarin T.T huhuhu…bulan ini tak boleh terulang lagi mohon semangatnya yah Aiiii😛

    iya, ayo ditambah kichan.. kan udah banyak beli buku juga tuh🙂

  14. akunovi said: sudah menyentuhkah tulisanku? :Pseberapa menarik?hmmm, apakah harus ‘menarik’ untuk membagi sesuatu?😀

    tulisanmu amat menyentuh :pemm, gimana yaa, karena ga semua orang mau mengetahui cerita orang lain mungkin. jadi tulisan itu harus punya daya jualnya😀

  15. nanazh said: penasaran ama ketika mas gagah pergi dan kembali….sempet ngelirik karena tergoda tapi urung beli karena banyak buku belum terbaca huhuhu

    ayo nas, minimal dibeli lah. buku bagus sayang kalo ga dibeli. kalo ga dibaca ya dipinjem dulu gitu ke siapa kek😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s