r-a-h-a-s-i-a

Pada akhirnya, ini bukan tentang seseorang. Tapi banyak orang. Karena yang ingin aku bicarakan adalah tentang rahasia, yang terkadang, meski hanya diketahui oleh dua orang, sebenarnya ia melibatkan lebih dari itu.

Kemarin sore, seorang kawan menyapaku via SMS. “Aku pengen cerita, tapi nggak tahu harus cerita ke siapa. ini rahasia,” katanya. Aku tersenyum menanggapi pesan singkat itu. Bisa dibilang, aku menyukai caranya mengungkapkan sebuah persoalan. Bahwa secara tidak langsung ia meminta izinku terlebih dahulu sebelum bercerita panjang lebar. Mungkin agar aku siap menerima rahasia yang boleh jadi bagai petir disiang bolong buatku. Kadang, aku memang menerima berita-berita mengejutkan yang terkirim begitu saja sebelum aku bisa bilang, “hei, aku belum siap mendengarnya!’

“Silakan kalo mau cerita ke aku,” jawabku mempersilakan.

“Tapi aku khawatir dengan akibat yang ditimbulkan. Sepertinya ini sebuah aib,” balasnya. Ah, saudari. Kadang, itulah yang aku rasakan. Aku pun khawatir jika berbagi rahasia tentangku atau tentang seseorang, tanpa sadar aku telah membuka jalan untuk membongkar aib yang seharusnya tertutup rapat itu. Padahal Allah sedemikian menjaga aib kita demi kebaikan kita.

Tapi tentu tak harus menggunakan sudut pandang itu. Kadang, berbagi itu memang diperlukan. Dan tentang rahasia yang seringkali menyesakkan dada, mungkin memang ada baiknya dibagi dengan orang-orang yang dipercaya. Melegakan hati itu penting menurutku. Menambah kepala untuk mencari solusi -jika memang diperlukan- juga bukan sesuatu yang buruk. Hanya prinsipku, ketika kita sudah mempercayakan sesuatu kepada seseorang, memilihnya untuk menjaga rahasia kita, maka kita harus mempercayai orang itu sampai akhir.

Di sinilah letak kerumitan sebuah rahasia. Bukan hanya soal bagaimana membuat perasaan menjadi lebih baik, tetapi juga menjaga kepercayaan di antara kedua belah pihak.

.
.
.

tuk..tuk..tuk.. mulai bingung gimana nentuin endingnya. halah.. merusak kesyahduan cerita nih. tapi entahlah, mungkin karena ada rahasia yang tak ingin aku bagi juga di tulisan ini, jadi semakin ke bawah, semakin tersendat menulisnya. #apasih

—postingan terkait: Rahasia Yang Jujur

***
di Balik 3 Jendela,
21 Februari 2012 pk. 21 02.32 wib
dan tentang seseorang, terima kasih karena telah berbagi rahasia denganku serta mempercayaiku . besok, cerita apa lagi yaa?

10 responses

  1. temennya temen pernah diSMS gituSMSnya tengah malem”eh, aku mau mengungkapkan sebuah rahasia, agar aku merasa lega, tapi aku takut…””apa itu? bilang aja””mmmm, rahasiaku adalah, bahwa aku sebenernya adalah seorang kamen rider, wkwkwk””ecapedeeeeeeh -_-“

  2. sakit hati ga ai, klo ada yg wanti2 banget “sssttt… ini rahasia lho”.. tapi lalu ternyata pada akhirnya kita tau dia cerita juga pada org lain dgn pesan yang sama :)sahabat yang baik akan selalu menyimpan seluruh cerita untuk dirinya sendiri walaupun tidak di titipi untuk “berahasia”, karena sahabat yg baik tidak “menggunjingkan” temannya walaupun lewat sebuah cerita ringan :)hihi.. numpang lewat naruh koin ya ai.. met pagiii🙂

  3. azizrizki said: temennya temen pernah diSMS gituSMSnya tengah malem”eh, aku mau mengungkapkan sebuah rahasia, agar aku merasa lega, tapi aku takut…””apa itu? bilang aja””mmmm, rahasiaku adalah, bahwa aku sebenernya adalah seorang kamen rider, wkwkwk””ecapedeeeeeeh -_-“

    wkwkwkwkkwkwkwk……. *aseli ngakak =))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s