[W3] Janji Suci

Namanya Ahmad Zikrillah. Dia teman SMA-ku. Kami berada dalam kelas yang sama ketika menginjak tingkat tiga saat itu. Zikri, begitu ia akrab disapa, kemudian melanjutkan studinya ke UNJ dengan mengambil jurusan Pendidikan Biologi. Ah, kupikir pas sekali mengingat ia seolah menjadi bintang kelas dalam bidang biologi. Begitu mudah baginya menghafal siklus metabolisme atau mengerjakan soal persilangan Mendel.

Di angkatan kami, khususnya di Rohis, Zikri terkenal sebagai seseorang yang selalu “beruntung” mendapatkan musibah. Saat ke P. Untung Jawa, entah bagaimana ceritanya, ia terkena duri bulu babi hingga kakinya sulit untuk berjalan. Ketika acara pesantren kilat, kakinya pun terkena serpihan kaca ketika berenang di kolam villa. Bahkan, lagi-lagi kakinya harus diuji ketika sebuah kecelakaan motor membuatnya harus berdiam di rumah selama berbulan-bulan oleh sebab patah tulang yang dideritanya.

Kadang, kami hanya bisa berseru lirih, “Kasian banget ente, Zik..”

19 Februari 2012
Lama tak bersua, akhirnya kami dipertemukan kembali dalam acara unduh mantu yang dilakukan di rumahnya. Tepat sepekan sebelum itu, ia telah sukses mengucapkan janji suci. Disaksikan oleh malaikat dan puluhan pasang mata, tentu doa-doa di-aminkan oleh semua, berharap pernikahan tersebut membawa keberkahan, menjadikan keluarga yang sakinah mawaddah warahmah.

Dan kebahagiaan semakin menyelimuti kedua mempelai, keluarga, serta tamu-tamu yang hadir manakala sang pengantin pria diminta mempersembahkan lagu, terkhususkan untuk sang istri tercinta. Zikri yang awalnya malu-malu akhirnya begitu menikmati irama musik yang mengalun bersama lagu Janji Suci yang dinyanyikannya. Maklumlah, lead vokal nasheed Ashhabul Kahfi gitu loh! *Nggak kenal yaa? Wajar, itu grup nasyid angkatan SMA-ku

aku ingin mempersuntingmu, ‘tuk yang pertama dan terakhir

Jadi inget, waktu abangku nikah, dia juga menyanyikan lagu yang dipopulerkan oleh Yovie n The Nuno itu. Aih, entah kenapa sewaktu menyaksikan momen itu rasanya romantiiis banget. Kegalauan yang awalnya bisa dikendalikan dengan baik mulai mencuat. Yaph, mendadak mupeng deh! Heheu..

Barakallahu lakuma wabaraka ‘alaykuma wajama’a bainakuma fii khair. Semoga langgeng untuk kedua mempelai. Juga untuk pasangan Ijor dan Desi, maaf tak bisa menghadiri pernikahan kalian. Namun doa yang sama terhaturkan. Dan semoga Ai segera menyusul

5 responses

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s