[JourneytoBorneo] Kepuhunan

Hal yang paling menyenangkan ketika duduk di samping supir travel adalah mendapat fokus yang lebih baik untuk mendengarkan cerita2 yang disampaikan sang supir sepanjang perjalanan. “Ini pertama kalinya kami ke Balikpapan, Pak! Jadi tolong ceritakan pada kami tentang kota ini,” kataku tak lama setelah kami meninggalkan Bandara Sepinggan. Seorang supir travel pastilah membawa segudang cerita yang beraneka. Kupikir ini modal mereka untuk lebih akrab dengan penumpangnya. Apalagi melihat tujuan perjalanan kami yang jauh. Butuh minimal lima jam untuk bisa sampai di Bontang.

Lain halnya dengan supir kami, Pak Yoyok namanya. Ada tujuan lain yang ia bawa ketika dengan semangatnya bercerita pada kami: biar nggak ngantuk. Sejujurnya aku butuh tidur. Packing menjelang tengah malam membuatku ingin mengistirahatkan sejenak tubuhku. Saat di bis damri, aku menghabiskan waktu dengan berbincang dengan seorang ibu yang duduk di sampingku. Saat di pesawat, waktu juga lebih banyak dihabiskan dengan ngobrol (atau cekikikan yaa? Hehe) dengan Evi dan Teni, travelmate-ku. Tapi pada akhirnya aku rela-rela saja melewatkan waktu tidurku, toh banyak tema2 unik dan menarik yang disampaikan Pak Yoyok.

Kadang, ketika hanya hening yang menemani perjalanan kami, Pak Yoyok akan membuka topik baru. Saat melewati Bukit Soeharto sepanjang 32 km, Pak Yoyok mulai berujar, “Di sini sampeyan kalau kepengen sesuatu jangan ditunda-tunda, Mbak.”

“Ooh..” tanggapku singkat. Deretan pepohonan di kiri kanan jalan, ditambah jalanan yang meliuk-liuk, sebenarnya hampir membuat mataku terpejam.

“Memang kenapa, Pak?” tanya Teni dari kursi belakang.

“Biasanya nanti kenapa2 pas di jalan. Mbak tahu kepuhunan? Semacam itulah. Yaa ini tergantung keyakinan setiap orang aja sih. Kalo dia nggak percaya yaa nggak akan kenapa2 juga,” terang Pak Yoyok.

“Logikanya mah jadi kepikiran gitu yaa?” kataku mulai tertarik.

“Iyaa.. Sebenarnya secara logika bisa diterima. Saya sebenarnya juga nggak percaya. Tapi memang saya pernah sih ngalamin hal kayak gitu.” Hyaa.. Si bapak ini emang kadang sulit dimengerti jalan pikiran dan tingkahnya. “Jadi waktu itu saya ditawarin kopi sama temen, tapi saya udah buru2, akhirnya nggak saya minum. Pulangnya saya kecelakaan,” lanjutnya.

Aku masih asyik mendengarkan hingga Pak Yoyok berkata lagi, “Tapi ini hanya berlaku untuk kopi, teh, dan ketan. Katanya begitu…” Hayah, apapun itu, Pak, tetap aja kali nggak boleh bergantung pada kepercayaan semacam itu, batinku.

Ini mengerikan, Kawanz! Betapa kepercayaan yang sederhana itu bisa menjadi ujian keimanan kita. Amat tipis selaput pemisah antara syirik dengan kepercayaan kita bahwa segala sesuatu yang terjadi adalah kehendak-Nya, Sang Rabbul Izzati. Maka, bukan hanya di Kalimantan, di manapun kita berada, terhadap rencana apapun yang tergaris dalam kehidupan kita, keyakinan inilah yang harus terus kita bawa. Karena, tak ada sehelai daunpun yang jatuh tanpa seizin-Nya.

***
Mengikat makna sepekan yang lalu sambil ngemil amplang :p

41 responses

  1. akuai said: “Tapi ini hanya berlaku untuk kopi, teh, dan ketan. Katanya begitu…”

    jadi…pak Yoyok minta ditraktir teh, kopi, dan ketan?? Jangan lupa mampir ke peternakan buaya di Balikpapan, mbak Ai

  2. Nggak sempat ke sana, Bu Dokter… Padahal pengen ke peternakan beruang madu juga. Lama di Bontang euy. Jalan2 di Balikpapan cuma setengah hari :phihi, Pak Yoyok mah ga minta ditraktir, tapi pas kita bilang pengen nyicip buah Lai (karena penasaran dgn buah khas KalTim itu), kayaknya malah si supir yang kepikiran. Lepas maghrib akhirnya brenti bentar buat makan buah Lai dulu..Oya, yang menyedihkan, sampai pihak puskesmas pun ikutan punya kepercayaan itu. Kalo ada yg kecelakaan, hal yg ditanya justru, “tadi ada kepengen sesuatu kah?” Heh? O.o”

  3. Padahal mah kecelakaannya gegara meleng ambil foto saat mengendarai motor yah… #eh.Boleh diceritain tuh mantri abal”nya. Yang ketawa cekikikan saat menjahit dagu. Hohohoho

  4. ivoniezahra said: Jiaaah, kalu udah ngemil amplang sebungkus lngsung ludes :))

    iyaaa… di rumah yang berkali-kali buka toples berisi amplang itu malah aku, mba. haha..

  5. dyasbaik said: antara kepercayaan ama rasa nggak enak ama orang yg punya kepercayaan.itu juga kadang… mmmm… gimana, ya?

    untuk yang kayak gini, sepertinya kita perlu ambil sikap tegas yah.. atau kalopun ada permintaan2 yg berbau2 kepercayaan (selama masih masuk akal), dilaksanakan aja tapi bukan dengan niatan percaya, tapi menghormati si empunya permintaan. hehe..

  6. indev said: Padahal mah kecelakaannya gegara meleng ambil foto saat mengendarai motor yah… #eh.Boleh diceritain tuh mantri abal”nya. Yang ketawa cekikikan saat menjahit dagu. Hohohoho

    siap itu yang kecelakaan?? :Daaarggh, emosi jiwa kalo inget “eksperimen” mereka😦

  7. cinderellazty said: Si aiii, kemaren ke rumah kagak bawa amplaaang (˘̩̩̩.˘̩ƪ) (˘̩̩̩⌣˘̩̩̩) (⌣́_⌣̀) (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩__-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) (╥﹏╥)

    kan “tak sengaja lewat depan rumahmu” nty.. jadi nggak bawa bekal apa2. gomen ne.. ^^vbtw, janjiannya di perempatan pasming yaa neng, deket lampu merah. aku belum beli pulsa euy!

  8. mylathief said: Aku kok malah g denger hal bgtuan-

    aku denger soal kepercayaan ini dari supir travel dan mbak2 di PKM Teluk Pandan. Silakan berinteraksi dengan salah satu di antara mereka. Pilih mana? syarat dan ketentuan berlaku. hehe..

  9. topenkkeren said: kepuhunan itu apa? ketiban puhun? hw,,

    ga ngerti juga yaa.. cuma maksudnya kalo kepengen sesuatu yaa jangan ditunda2, atau kalo ditawarin sesuatu jangan ditolak. kira2 begitu

  10. kepuhunan itu istilah orang asli kalimantan, dulu aku pertama denger jaman SD, dari mbak kos aseli banjarmasin. persis. kalau pengen segera saja, jangan ditunda, jangan malu-malu tapi mau. klo nggak dapat musibah, hmm disama-sama’in kayak pamali. dulu mikirnya, sebelum bawa2 agama/keyakinan menurutku nggak logis, jadi nggak percaya.akhirnya arti kepuhunan buatku kayak gini… kalau kita pengen dan belum kesampaian biasanya kan jadi kepikiran, kepikiran bikin nggak konsen, nggak konsen memiliki peluang yang lebih besar untuk membuat kesalahan. jadi biar nggak kepuhunan, kalau belum kesampaian ya udah, biar aja, rejeki n jodoh nggak kemana. :D*ayo mbaakkkk… cerita lagiiii ><.

  11. Hwaa.. Makasih udah melengkapinya, dest! Yayaya, maksudku juga gitu..aduh, ini charger lepi masih blum ada gantinya. Trus udah beli pulsa modem tapi ternyata ga masuk –“agak males jadinya utk crita. *Padahal bentar lagi mau bikin tulisan lain, tapi bukan tentang bontang. Hee..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s