Apakah Trauma Itu, Bu?

Apakah trauma itu, Bu?
Apakah menghindar dari sesuatu adalah jawabannya?
Bagaimana jika aku mampu menghadapinya tapi sebenarnya di dalam hatiku masih tersimpan ketakutan, kekhawatiran, atau apalah namanya itu.

Itu hanya kerikil di jalanan, kan, Bu?
Harusnya ketakutanku tak lebih besar dari kerikil kerikil itu
Tapi setiap kali motorku melaju
Kekhawatiran itu tak jua pergi
Aku takut tergelincir lagi
Aku takut terluka lagi

Bahwa luka di tangan, lutut, dan daguku belum jua sembuh, Bu!
Padahal siang tadi aku sudah bersuka hati saat bisa sholat dengan berdiri
Tapi lututku terantuk buku2 dalam plastik belanjaan seseorang
Membuat luka yang mulai mengering kembali menganga
Ibu, rasanya perih sekali
Dan kakiku terasa lelah berjalan

Tapi bukankah Ibu selalu berkata bahwa:
Tak ada luka yang tak dapat diobati
Bahkan ketika aku memasrahkan segalanya, membiarkan luka itu terasa, dan memilih untuk tak banyak mengeluh karenanya, itu sudah menjadi terapi penawar luka

Laa hawla quwwata illa billah.

***
di balik 3 jendela,
3 Mar 2012
ibu.. Aku ingin memanggilmu ibu..

6 responses

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s