[W3] 25 Februari: Kini Hingga Nanti

Tanggal itu, kawanz, 25 Februari 2012. Masihkah kau ingat?

Ah, pertanyaan macam apa itu? Mana mungkin kau lupa. Bukankah saat itu kau dilingkupi debaran yang luar biasa kencangnya? Saat janji suci yang terucap tak sampai lima menit itu akan seketika menghapus status lajangmu menjadi seorang imam bagi bidadari pilihanmu. Hei, atau mungkin kau sedang menantikan dengan harap harap cemas dari balik kamarmu? Tentang kata SAH yang digaungkan penghulu, pertanda telah resminya kau sebagai seorang istri shalihah yang siap berbakti secara penuh.

Begitulah. Terlalu banyak makna kau dalam tulisan ini..

Kau di Bontang
Kau di Bandung
Kau di Blora

Namun, di manapun kau berada, pastilah rasa haru dan bahagia melingkupi momen sakral pernikahanmu. Saat ijab qabul itu akhirnya terlaksana dengan lancarnya. Saat memohon restu kedua orangtua menjadi jalan keridhaan Allah menuju jannah-Nya. Saat malaikat meng-aamiin-kan setiap doa-doa yang terucap dari sesiapa yang hadir saat momen sakral itu: Barakallahu lakuma wabaraka ‘alaykuma wajama’a bainakuma fii khair.

Pagi itu, kawanz, seorang ustadz berbagi tausiyah pernikahan untuk semua, terkhusus untuk kedua mempelai, untuk kau. Dan izinkanlah aku menyampaikannya kembali sebelum aku terlupa. Berharap pesan itu pun menjadi pengingat serta penguat manakala riak-riak ombak menghalau bahtera pernikahanmu.

Apabila telah habis kebaikan untuk kau sampaikan,” kata Sang Ustadz dengan intonasi yang pelan tapi tegas, “maka sudah waktunya kau untuk diam.

Kau pasti paham betul maksud dari perkataan ustadz itu. Secara khusus ia membahas tentang komunikasi antar pasutri yang acapkali menimbulkan kesalahpahaman. Tapi kupikir ia bermakna lebih luas lagi. Kebaikan dalam diri itu, yang kau lipatgandakan seiring dengan tergenapinya separuh Dien-mu, semoga melahirkan kebaikan-kebaikan lain. Bukan hanya untuk kau dan pasanganmu. Alangkah indahnya jika semesta pun turut merasakan kebaikan itu. Maka, jika diam adalah akhir dari kehidupan yang fana ini, bukankah itu artinya kau belum boleh berhenti untuk terus memperbaiki diri?

Teruntuk sahabat-sahabat maya-tapi-nyata: Iqbal & Ayu, Wicak & Susie, Vatih & Tari
Barakallahu lakuma!

***
di Balik 3 Jendela,
3 Maret 2012 pk. 22.30 wib
dan bahagiamu adalah bahagiaku juga..

edited today, 6 Mar 2012 pk. 15.07 wib ^^v
baru ketemu kompi lagi nih.. dan kangen Abhi. huaaa! T-T
NB: buat yang belum tau, W3 itu serial warna warni walimah

42 responses

  1. akuai said: @mylathiefcuma terimakasih aja?*lupa kalo udah jadi tamu super ngerepotin di bontang :))

    soale ceritane cuma sedikit..hahabtw, selain footstep dan spion, KT3334 rusak apa lagi memang? :p

  2. @mylathiefAstaga! Knapa bagian itu yang paling diingat sih? –“kayaknya body depan juga lecet2 tuh. Injakan giginya juga bermasalah. Wkwk..tgl 25 banyak barengannya sih. Jadi gak special😀

  3. akuai said: @jejak2mimpijyah, kemana aja buw? Heheu.. Tapi aku juga baru tau H-1 euy ^^

    hehehhee…jarang buka2 MP soale akhir2 nie :piisshh..isshh…tu anak ga ngundang2 yee -___-

  4. @jarawaymereka mertuanya om iqbal.Mau ketemu mba jar dong..? Ke jakarta yuk sini…@hwwibntatoapalagi pas momen akad. Haru banget..@yuniezalabellamakasih, mba yun. Moga nanti ada kesempatan bikin W3 di hari pernikahanmu🙂

  5. @rifzahrahontou ni, saat ngetik itu aku juga ngikik2 kok fi :pkamu minta izin dulu sama yg punya wajah yaa.. Atau foto om iqbalnya aja. Kalo dia sendirian kayaknya mah boleh. Hahaha..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s