[NoguStory] Bahasa Jepang di Kelas IPA

Saya masih senyam-senyum sendiri mengingat kejadian waktu ngajar tadi. Hingga ingin mengabadikannya dalam nogu story kali ini.
Kelas 6A SDIT yang seluruhnya berjenis kelamin laki-laki itu masih tampak riuh setelah TO IPA selesai dilaksanakan. Saat seorang guru yang tampak manis *ehm* dengan jilbab birunya masuk ke dalam kelas, suasana belum juga hening. Entah siapa yang paling dirugikan dalam kondisi ini. Pasalnya, sang guru akan kembali menjejali para murid itu dengan soal-soal IPA. Agaknya sih sama2 nggak menguntungkan yaa? Otak muridnya udah ngepul karena berpikir sejak pagi, gurunya pun bingung mengondisikan anak2 itu. Mau disuruh ngerjain soal khawatir nggak fokus. Diajak main2 aja, duh, UASBN bentar lagi euy! Mereka mau nggak mau emang harus dilatih untuk mengerjakan soal2 ujian.
Maka, jalan tengahnya adalah tidak terlalu memaksa mereka untuk memgerjakan lembar soal yang kuberikan. Jawaban langsung dibahas bersama2. Satu dua pastinya ada yang nggak bisa diam di tempat duduknya. Tiga empat ada yang tak acuh. Lima enam adalah yang sibuk ngobrol sama teman di sampingnya. Eaaa.. Intinya itu kelas tetap rusuh dan berisik sedangkan guru yang lemah lembut itu sulit bersikap galak.
Tiga orang murid yang duduk di pojok depan kemudian tertangkap basah nggak memperhatikan soal2 yang sedang dibahas. Mereka asyik mencoratcoret lengan mereka dengan spidol merah dan biru. Ceritanya sih mau bikin kanji Jepang gitu. Sang guru cuma bisa ngikik liat ukiran di lengan mereka. Kanji darimana cobaa??
“Saya juga bisa nulis Jepang,” kata guru itu.
“Beneran, Bu?” tanya salah satunya.
“Nulis Jepang, kan? Bisa!” jawab guru itu mantab.
“Coba tulis di lengan saya!” katanya menantang.
“Jepang, kan? Sini, mana tangannya?” pinta sang guru.
Melihat guru itu tampak serius, si murid mulai ragu. Akhirnya ia minta dibuatkan tulisan Jepang di telapak tangannya saja. Sang guru kemudian mengambil spidol warna merah dan mulai menulis kata “JEPANG” di telapak tangannya. GUBRAKK! Melihat raut kecewa mulai tampak di wajah para murid yang entah kenapa begitu tertarik dengan Negeri Sakura itu, seketika itu juga sang guru meralat tulisannya dan mulai menulis huruf2 hiragana di lengan muridnya.
Takjub. Mungkin itulah tanggapan awal mereka. Yang kemudian disusul oleh permintaan yang sama dari murid2 lainnya. Meski entah mereka mengerti atau tidak dengan apa yang tertulis di lengan itu. “Bu, saya juga dong, Bu, saya juga…” kata mereka bersahutan. Eaaa.. Padahal mah sang guru cuma nulis hiragana, bukan kanji. Hihi.. Tentu saja permintaan itu tak diterima oleh sang guru. Bisa2 pelajarannya malah melenceng jauh nanti. Juga karena sang guru udah lupa2 ingat dengan suku kata dasar Bahasa Jepang itu. Tapi untungnya karena Jepang itulah kelas mulai lebih fokus, meski ada aja yang tiba2 menyinggung soal Bahasa Jepang lagi. “Bu, Bahasa Jepangnya onta apa?” Heh? O.o”
Begitulah. Kelas kembali berjalan normal hingga murid yang lengannya dicoret2 tadi mulai mengajukan permintaan lagi. “Bu, tulis di sini juga, dong!” pintanya seraya menyodorkan kertas soalnya. “Sadat,” tambahnya. Ya, nama anak itu adalah Sadat dan ia meminta sang guru menuliskan namanya ke dalam hiragana.
Sayangnya, sang guru beneran lupa bagaimana mentranslate suku kata “dat”. Baru “sa” saja yang tertulis di sana.
“Saya lupa gimana cara nulis ‘dat’,” aku sang guru.
“Loh, trus yang di lengan saya ini memang apa tulisannya, Bu?”
dan dengan polosnya guru itu menjawab, “Oh, kalau yang itu sih nama saya.”
yang langsung ditanggapi histeris oleh sang murid seraya menghapus tulisan di lengannya.
oleh2 setelah ngajar nih😀
***
BTA LA,
7 Maret 2012 pk. 13.11 wib
bahkan masih senyum2 saat menuliskannya. Gomen ne, Sa-chan ^^b

7 responses

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s