Seberapa Perempuankah Aku?

Ini mungkin lanjutan dari jurnal tentang Kekhawatiran Ayah. Ya, kadang aku sadar juga, “Kok yaa gue kurang perempuan?”, maksudnya nggak girly gitu lah.

Tadi sewaktu kancing lengan kemejaku lepas dan minta peniti ke Nana, sang manajer akademik, ia berujar, “Makanya beli baju baru!” Ah, iya, rasanya aku juga lupa kapan terakhir beli baju. Parah nggak sih? Soalnya lihat beberapa temanku yang perempuan punya budget tersendiri untuk beli baju tiap bulannya. Haha.. Aku lantas berkaca pada diri sendiri. Kayaknya aku beli baju pas menjelang lebaran aja deh. Kalaupun ada baju baru, itu berasal dari hadiah atau turunan kakak. ^o^

Pas ngajar sore tadi, nggak lama setelah masuk kelas, eh, udah dikejutkan sama murid perempuanku yang bawa peralatan meni-pedi. Dia lantas mulai menggosok kuku jempolku dengan alat itu. Aku cuma bisa pasrah menunggu kerjaannya selesai. Tapi setelah melihat hasilnya yang menunjukkan perbedaan drastis antara kuku kiri dan kanan, aku jadi takjub sendiri. Kukuku jadi mengkilap! Seketika aku merasa kuku mengkilap bisa membuat perempuan terlihat lebih cantik. Haha.. Tapi kalo dipikir-pikir, duh, gue mana punya waktu buat yang begituan?😛

Sambil menunggu waktu berbuka puasa, aku ngobrol2 dengan beberapa tutor perempuan. Awalnya bahas jadwal mengajar, berlanjut ke gaji perbulan yang didapatkan, lalu berakhir dengan statement salah satu di antara mereka, “Tapi paling beberapa hari udah abis, Kak! Buat beli sepatu, alat kosmetik..” Wah! Ternyata selain buat beli baju, ada juga kebutuhan lainnya yaa? Kayaknya kalo gajiku, lebih sering kepake buat jalan-jalan, nyemil, pulsa, dan buku deh!

“Parah banget! Lo tuh harus lebih peka, Ay!” tambah Nana lagi, sesaat sebelum pulang. Hah! Bahkan untuk perasaan pun aku masih terlalu cuek. Duh! Ribet banget jadi cewek yaa?

Aku bukannya menyalahi kodrat sebagai perempuan. Aku sungguh2 bersyukur malah terlahir sebagai perempuan. Tapi yaa untuk beberapa kondisi, kupikir nggak harus apa yang dilakukan kebanyakan perempuan harus kulakukan juga. Hee..

Lantas, seberapa perempuankah aku?
Mungkin biarkan hingga waktu yang akan menjawabnya

***
di balik 3 jendela,
3 April 12 pk. 00.26 wib
apa aku harus beli baju? hmm..

gambar dari sini

3 responses

  1. Salam kenal mb. Suka deh baca jurnalnya, spt melihat diri sendiri, hehehe. Waktu yg akan menjawab semuanya mb..spt sy saat ini, maski kemeja, sepatu kets dan sendal gunung udah pensiun. Tetap sj ransel jd tas paporit..

  2. hehe.. salam kenal juga.. makasih sudah mampir n baca-baca yaa..yaph, suatu hari nanti, aku akan lebih perempuan. mungkin setelah menikah n pnya anak yaa. aamiin🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s