[Nogu Story] Sepenggal Kenangan untuk Siswa Kelas 6

Mereka tampak bosan dengan rutinitas kelas yang itu-itu saja. Datang, duduk, mengerjakan soal persiapan ujian nasional (UN), mengoreksinya bersama-sama, lalu menentukan berapa skor yang dihasilkan. Rasa bosan itu memuncak sekitar dua pekan menjelang UN. Entah karena mereka yang sudah sangat baik menguasai soal, atau memang paket soal yang diberikan kurang variatif. Tentu aku lebih senang dengan alasan yang pertama.

Demo-demo kecil sesekali membahana di dalam kelas. Si Biang Rusuh akan terlihat vokal menyuarakan aspirasi kawan-kawannya (atau ia saja? hehe). Si Pemberontak memilih untuk membiarkan kertas berisi 40 butir soal tergeletak di atas mejanya. Ia lalu asyik berbincang dengan teman di sebelahnya. Si Penurut dan Pendiam tentu saja tak peduli dengan kebisingan yang diciptakan di dalam kelas. Mereka tetap tenang mengerjakan satu demi satu soal piihan ganda tersebut.

Rutinitas memang membosankan. Sebagai tutor yang membimbing mereka agar mampu mengerjakan soal-soal ujian nasional, akupun dihadapkan pada kebosanan yang sama. Maka, “Mari kita nge-games!” sorakku. Ya, sejenak mari tinggalkan dulu soal-soal itu. Pun sebenarnya games yang diberikan tak jauh dari materi yang harus mereka kuasai. Atau kadang kami bermain tebak-tebakan.

“Erosi itu apa?” tanyaku.
“Erosi itu pengikisan tanah,” celetuk salah seorang siswa.
“Erosi itu bukannya sesuatu yang bikin kita kesal?” balasku.
“Itu mah emosiiiii….!” jawab para siswa serentak.

“Ya udah, santai… dan nggak pake erosii!” tambahku meledek. Begitulah, ketika ditanya serius hanya satu dua siswa yang mau bersuara. Jika diajak bercanda, semua langsung pasang telinga. Hehe.. Tapi aku memang tidak terlalu suka dengan kelas yang kaku dan serius sih. Jadi kalau tutornya agak-agak ngocol yaa harap maklum!

Jumat yang lalu, para siswa kelas 6 SD bimbingan belajar di BTA LA mengikuti kegiatan Achievment Motivation Training (AMT). AMT merupakan kegiatan yang memang diadakan untuk menambah motivasi para siswa sebelum berjuang di arena pertempuran bernama ujian nasional. Yang teramat disayangkan adalah aku tak dapat menghadiri acara tersebut. Ah, padahal betapa ingin aku melihat wajah-wajah siswaku di hari itu.

Lalu, sebuah foto ditandai ke akunku. Dalam foto tersebut tampak seorang gadis yang menangis tersedu-sedu. Jika kau melihat komentar para tutor dalam foto itu, pasti kau akan terheran-heran, mengapa kami justru “tertawa” saat melihat foto tersebut. Tentunya bukan ingin merusak kesyahduan para siswa yang ternyata begitu haru saat Sang Trainer mengungkit soal kebanggaan yang akan mereka hadiahkan untuk para orangtua manakala lulus ujian nasional nanti. Tapi ini tentang si gadis yang menangis itu.

Namanya Hasna. Memasuki masa pubertas membuat siswa yang satu ini begitu haus akan perhatian. Posisi duduk yang tak pernah rapi, gadget mahal yang lebih ia cintai daripada tutornya sendiri , pakaian yang tampak modis (meski kadang terlalu sexy), keinginan untuk selalu didengar (dan seringkali yang dibahas adalah sesuatu yang tak penting, tentang mantan pacarnya, misalnya ), menjadi pusat perhatian, dan serentetan aksi yang terkadang membuat para tutor hanya bisa geleng-geleng kepala dibuatnya. Itulah yang dapat digambarkan dari seorang Hasna.

Tapi ia pintar..
Dan ia menangis…

Ya, bagaimanapun, Hasna, juga yang lain, tetaplah masih anak-anak. Yang meski bagi orang dewasa begitu menyebalkan, tapi toh tetap labil erosinya, eh, emosinya. Berharap selepas AMT tersebut, airmata yang mereka keluarkan tidaklah sia-sia. Atau bahkan justru berganti menjadi airmata bahagia, atas usaha terbaik yang telah mereka berikan dalam menghadapi ujian nasional yang berlangsung tanggal 7-9 Mei 2012 ini.

Teruntuk:
Hasna, Hanifa, Chance, Syifa, Indah, Shafa, Dita, Elysa, Ari, Yogi, Virly, Rama,
Ristya, Tika, Anis, Abiir, Dea, Ratu, Kiki, Raldi,
Gita, Hana, Adji, Farhan, Yoga, Revo, Rafly,
juga Michelle, Sadat, dkk dari SDIT al Ihsan…

(adalah prestasi ketika berhasil mengingat nama kalian, hohoho)

kalian pasti BISA! ^^b

***
Cattleya 108,
7 Mei 2012 pk. 01.34 wib
kurang konsisten gaya bahasanya nih ^^v

9 responses

  1. cawah said: ow ini hasna lagi nangis ternyata xexxexe,…nangisin kak ai tercintah gak dateng kali😛 mkanya erosinya meluap😛

    haha, iya itu si hasna yang lagi nangis..😛

  2. faraziyya said: ada yang namanya Chance? nama panjangnya, ai?

    nama panjangnya gak apal. haha..dan menurutmu, bagaimana cara membaca namanya?🙂

  3. tentang penyembutan namanya itu emang selalu menimbulkan konflik kecil di antara kami. hihi..dia maunya dipanggil Sansa dooong! haha..jadi inget temenku, namanya tertulis Lucky, tapi dipanggil Luki.Nah muridku yang bernama MIchelle itu juga gak mau dipanggil Misel, maunya Maikel.😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s