[Nogu Story] Jebakan Murid Baru

Hampir selalu begitu. Seringkali aku merasa dijebak ketika mengajar privat. Tapi kalau bilang dijebak terus, berarti kan salahku juga kenapa hal itu bisa berulang kembali yaa? Hadeuh -.-a

Biasanya, ketika tawaran mengajar itu datang, aku akan mengukur kemampuan dulu, baru memutuskan, ambil atau tidak. Nggak mungkin kan nerima tawaran ngajar matematika untuk kelas 12 IPA? Emm, mungkin aja sih. Kalau napak tilas pelajaran apa yang paling kusuka dan memang mendapatkan nilai tertinggi dibanding pelajaran lain, maka matematikalah jawabannya. Tapi setajam-tajamnya pisau, kalau nggak diasah pastilah tumpul juga. Dan permasalahannya adalah aku males me-review materi matematika tersebut. Heheu ^^v Maka, katakan tidak pada MAFIA! Dan biologi untuk kelas 12 sebenarnya.😛 Mungkin aku yang emang kurang suka tantangan, tapi pada dasarnya mengajar mereka itu butuh modal yang besar. Dan modalnya itu bukan setumpuk games penghilang rasa bosan, tapi materi pelajaran dan kemampuan menganalisa soal.

Beberapa hari yang lalu, aku mendapat sebuah tawaran mengajar privat untuk persiapan masuk perguruan tinggi. Sejak awal kusampaikan kalau aku hanya bisa memegang pelajaran biologi, itupun nggak handal2 amat. Soal biologi untuk persiapan ujian masuk PT itu seringnya menyebalkan, sih. Apalagi kalau udah beda sudut pandang. Bisa-bisa bakal berujung debat yang panjang cuma untuk mendapatkan jawaban yang PALING tepat. Tapi katanya nggak masalah. Hayyah.. Maksud hati biar dicarikan tutor yang lain, nyatanya malah aku juga yang diturunkan.

Beberapa jam sebelum mengajar, aku baru tahu kalau muridku nanti seorang laki-laki. Wah, wah, baru pertama kali nih dapet murid privat cowok yang udah akhil balig. Biasanya kan dikasih yang segender atau paling nggak masih piyik-piyik. Sebelum mengajar, aku juga minta gambaran tentang sang murid. Tentu bukan pertanyaan apakah muridku itu ganteng atau tidak😄 Aku ingin tahu latar belakang sekolahnya, juga metode belajar yang diinginkan sang murid. Yang aku lupa -tepatnya nggak kepikiran- adalah menanyakan jurusan apa yang ingin diambilnya. Maka, ketika aku sampai di rumahnya, ngobrol2 bentar sebelum kegiatan belajar dimulai, aku pun menanyakan pertanyaan yang sempat terlewat itu.

“Rencananya mau ambil apa?” tanyaku.

“Kedokteran UPN,” balasnya mantap.

Dalam hatiku, “Hmm, bagusss!”

***
Di balik 3 jendela,
9 Mei 2012 pk. 03.42 wib
Dan merenung memikirkan ide novel romance apa yang akan kubuat ternyata membutuhkan banyak waktu juga. Tapi lebih seru!

16 responses

  1. @pianocenkharus pasang ikat kepala neh :D@cawahtuh kan akhirnya catur mengetahui kalo saya guru yg baik. hehe.. entahlah, gak tau juga saiah! ^^v@drpritakalo saya sih ngajar persiapan dia ikut tes di UPN itu, bu dokter. tapi kayaknya nanti dia ikut snmptn juga. semuanya diambil deh. sabtu ini aja mau ikut ujian STIS.

  2. @faraziyyaselama satu jam aku memutar otak nyari ide ttg arti romance yg unik. bukan picisan. apa yaa nilai lain yg bisa diangkat? inget oleh2 dari republika soalnya.tapi bukune juga lagi ngadain lomba outline novel romance. nah, aku kepikiran ikut lomba itu dulu. kalo gak lolos, bisa buat qanita. hoho.@megalotusrifaaa, help me! #loh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s