Dua Lelaki dan Mimpi yang Dirindukan

Adzan isya baru saja selesai berkumandang. Dua lelaki itu tampak sedang berbincang di balik tiga jendela.

“Waktu di rumah sakit, Iyus mimpi, mama mengelus-elus punggung ayah. Tapi nggak lama, Kamel bangunin Iyus karena harus berangkat kerja. Hmm, harusnya jangan dibangunin dulu yaa, Yah!” kata lelaki yang satu. Dia abangku. “Ayah pernah mimpi tentang mama, nggak?” tanyanya.

“Iya,” balas ayah singkat.

Aku hanya mendengarkan dua lelakiku berbincang. Diam-diam akupun merindukan mama yang hadir ke dalam mimpiku. aku merindukanmu, ma.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s