Princess Dinda

Created with PicSay on my GT-S5360

Dinda, 4 tahun. Lagi-lagi dikerjain tantenya. Pagi itu, di ruang tengah, sang tante bertanya iseng, "Eh, hidungnya Dinda mana yaa? Kok nggak kelihatan?"

"Inii," jawab Dinda seraya menunjuk hidungnya.

"Kayak Sule," timpal kakeknya.

"Oh, jadi panggilannya DinSul dong? Atau Dile aja?" tambah sang tante.

"Dinda," tegas bocah itu. "Kalau mama, manggil Dinda Princess."

Sip! Saatnya melancarkan aksi selanjutnya.

"Kalau Princess itu baik hati, nggak pelit, sayang papa-mama. Dinda kayak gitu, nggak?" tanya sang tante. Sebuah anggukan Dinda menjadi jawabnya.

"Berarti nanti kalau aku minta tolong, mau bantu? Mau berbagi makanan yang Dinda punya juga?" tanya sang tante lagi. Dalam hatinya berharap tak ada niat terselubung bersamaan dengan petuahnya itu😀

"Iya," ujar Dinda.

"Oke, berarti Dinda udah seperti Princess." Mereka berdua lantas tersenyum bersama.

§

Pagi ini, selesai mandi, Dinda tak mau pakai legging sebagai "daleman" gamisnya. "Ih, malu, masa' nggak pakai legging," komentar sang tante. Anak kecil pastilah heboh aktivitasnya. Apalagi Dinda agak2 tomboi, senang loncat kesana kemari. Malu kan kalau nanti gamisnya tersingkap. Lagipula, setahuku penanaman rasa malu memang harus diajarkan sejak kecil. Tapi jangan lupa dengan konsep pendidikan karakter. Yang mengajarkan harus juga mempraktekkan. Maka, jangan sampai orangtua tersindir oleh anaknya sendiri, "Mama kok nggak pake jilbab seperti aku dan guru2 di sekolah?"

Sang tante lantas teringat episode princess beberapa hari yang lalu. Maka, iapun melanjutkan, "Kan kalau princess pakai legging. Dinda masih pengen jadi princess kan?" Akhirnya, Dindapun mau memakai leggingnya.

Setelah Dinda berangkat mengaji, tantenya (telat) mikir lagi. Dalam hatinya bertanya-tanya, "aku lagi nggak berbohong kan yaa?" Entah bagaimana imajinasi Dinda tentang sosok seorang princess *kamu tahu juga gak sih, Din, princess itu apa?*. Pasalnya, yang ada di kepala sang tante adalah boneka Barbie, Snow White, atau para perempuan dengan gaun pesta yang indah. Bahwa mereka memiliki karakter yang baik hati itu benar. Tapi apa mereka juga memakai "daleman" di balik gaunnya? ^^a

***

Di balik 3 jendela, 31 Mei 2012 pk. 08.18 wib

22 responses

  1. jadi inget Qilla, kalo pake baju ala gamis gitu, juga pake daleman.soalnya pasti tersingkap kemana-mana. biar masih kecil, tapi liatnya udah gimanaaa gitu. Bajunya Dinda manis🙂

  2. ivoniezahra said: Oh, soalnya serinya sm. GT juga :D*eh dibhas *

    iya yah.. kayakynya dulu aku pernah punya hp LG deh. ringtone-nya lucu2. #lanjutkan

  3. katerinas said: jadi inget Qilla, kalo pake baju ala gamis gitu, juga pake daleman.soalnya pasti tersingkap kemana-mana. biar masih kecil, tapi liatnya udah gimanaaa gitu. Bajunya Dinda manis🙂

    iya, kak.. mesti dibiasakan ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s