Chuba Stik Stik

Saat membuka bungkus Chuba Stik Stik lalu memakan snack itu dua stik sekaligus, aku merasakan sensasi Chiki Ball dengan flavour yang sama: keju. Lalu, aku memutar memori ke belakang, saat usiaku sembilan tahun.

Menjelang senja, kadang aku menunggu ayah di dekat gang rumah hingga mataku menangkap motor bebeknya dari kejauhan. Aku tidak menunggu di dekat gang persis, tapi di dekat warung yang menjual aneka kebutuhan mulai dari sembako hingga peralatan rumah tangga. Aku tahu ayah pasti akan berhenti, menyapaku, tetangga yang kebetulan lewat, dan pemilik warung. Ayah mungkin juga tahu alasan utama aku menunggu ayah karena aneka jajanan yang dijual warung itu. Ada aneka ciki yang digantung secara berjajar, eskrim, kue pia kacang hijau. Oh, aku ingin semuanya.

“Mau yang mana?” tanya ayah.

Ayah tak mengabulkan keinginanku, tapi ia memberiku pilihan untuk memilih salah satu. Maka, saat aku meminta dibelikan ciki, aku tahu bahwa tak ada pilihan lain. Hanya Taro. Bagi ayah, ciki yang lain terlalu banyak bumbu, sama halnya ketika ayah bilang lebih baik minum Sprite karena sodanya lebih sedikit. Sampai aku mengenakan seragam putih biru, pemahaman itu masih kupegang kuat. Hingga kemudian kusadari, semuanya sama saja. Yang satu berbumbu, satu lagi bersoda.

Waktu terus melaju. Aku akhirnya tahu bahwa setiap ciki itu tak luput dari MSG (dulu aku menyebutnya bumbu saja), termasuk sebungkus Chuba Stik Stik isi 12 gram di tanganku yang hampir habis ini. Bahkan pengetahuanku bertambah, MSG itu jika terlalu banyak dikonsumsi dapat berbahaya. Aku seringkali mengingatkan murid-muridku, “Nanti kalian jadi bodoh!” atau lebih lanjut lagi kukatakan, “Zat ini dapat merusak sistem syaraf kita.”

Aku tahu tentang bahaya MSG itu, aku juga memberi tahu yang lain tentang hal itu, dan hingga kini aku tidak lupa akan bahaya yang ditimbulkan bagi kesehatanku. Tapi lihatlah, aku tetap saja mengkonsumsi makanan ber-MSG itu.

Menurutmu kenapa bisa begitu? Mungkin karena aku belum paham. Atau lebih buruk lagi -dan sebenarnya aku tak ingin jika sampai seperti itu- mungkin karena aku sudah tak peduli dengan kesehatan dan masa depanku.

***
di balik 3 jendela,
6 Juni 2012 pk. 07.18 wib
(bukan) analogi

37 responses

  1. nanazh said: kirain chuba stik stik itu istilah kerennya dari bahasa jawa “coba sithik sithik” (coba sedikit sedikit) hehehe

    anas mikirnya kejauhan deh😀

  2. faraziyya said: Oh ai, lihatlah hubunganku dgn kopi *trus?😐

    tapi ada juga yang mengatakan bahwa kopi itu baik untuk kesehatan, ziyy #ataupembenaran :p

  3. sinthionk said: aku juga suka chiki ball dan anak mas *makananjadul

    anak mas sekarang udah di-repackage loh mba ^^vchiki ball jarang ada sekarang. yang masih ada itu chitos. halah😀

  4. ivoniezahra said: aku suka nyemil, snack semacam ini masuk kriteriaku juga. tapi disarankan setelah makan snack semacam beginian harus banyak minum air putih🙂

    hooo.. banyak2 minum air putih emang bagus buat ksehatan katanya eh sebenernya yaa😀

  5. akuai said: anak mas sekarang udah di-repackage loh mba ^^vchiki ball jarang ada sekarang. yang masih ada itu chitos. halah😀

    oiya? baru ngehdulu ada juga michiyoenak :P*kangenjajananlawas

  6. sinthionk said: oiya? baru ngehdulu ada juga michiyoenak :P*kangenjajananlawas

    hah? michiyo kek apa tuh? taunya dijadiin mainan dulu”michiyo chiyo chiyo… digulung gulung gulung”😀

  7. akuai said: hah? michiyo kek apa tuh? taunya dijadiin mainan dulu”michiyo chiyo chiyo… digulung gulung gulung”😀

    :)) iya, ada mainan tepuk michiyo chiyo chiyobentuknya seperti mie instan, kayak anak emas, tapi mienya lebih tebel

  8. sinthionk said: :)) iya, ada mainan tepuk michiyo chiyo chiyobentuknya seperti mie instan, kayak anak emas, tapi mienya lebih tebel

    baru tau ternyata emang ada mie-nya yaa😀

  9. azizrizki said: kata dosenku siy asal jangan berlebihan gppheuga steril2 amat lah sama msg2an itu*membela diri

    bener.. temenku yang anak kimia juga bilang, kalo ini dilarang, itu dilarang, bisa2 kita gak makan apa2. secara bahan kimia itu yaa pasti dibutuhkan juga😀

  10. Sangat amat butuh perjuangan untuk mengendalikan diri dari jajanan enak ituHuhuuu dr sblm hamil pun aku udah berusaha berjuang-sekarang…Ibaratnya lbh baik makan jamu pait de pada minuman manis berwarna yang bakal bikin sakit…Tp ttp ya kangeeeen makanan itu huwahahaha :p

  11. kalo dsekolah nyebutny matol alias makanan tol*l..soalny racunnya rasany enak ai,gurih2 gmn gt.n lg kan efek merusak Sarafny g lgsg tliat.jd yg makan ngrasany enak2 aj..aplg bwt yg dr dl mkonsumsi sjak kecil.. nyandu bgt ma msg,mpe can’t live without..

  12. cinderellazty said: Sangat amat butuh perjuangan untuk mengendalikan diri dari jajanan enak ituHuhuuu dr sblm hamil pun aku udah berusaha berjuang-sekarang…Ibaratnya lbh baik makan jamu pait de pada minuman manis berwarna yang bakal bikin sakit…Tp ttp ya kangeeeen makanan itu huwahahaha :p

    jadi masih suka makan keripik pedes2? basreng gitu? ihihi..

  13. jaraway said: (bukan) analogi?

    ini sebenernya bisa dianalogikan dengan ilmu yang kita punya, lalu kita sebarkan. harusnya kita tahu, tapi ternyata kita gak paham.. mungkin. hmm.

  14. nisachem05 said: kalo dsekolah nyebutny matol alias makanan tol*l..soalny racunnya rasany enak ai,gurih2 gmn gt.n lg kan efek merusak Sarafny g lgsg tliat.jd yg makan ngrasany enak2 aj..aplg bwt yg dr dl mkonsumsi sjak kecil.. nyandu bgt ma msg,mpe can’t live without..

    iyaa.. kata temenku, lidah orang indonesia itu udah biasa dengan yang gurih2. yang di pulau jawa sih tepatnya yah.. waktu ke gorontalo makanannya kubilang kurang bumbu, padahal buat mereka udah pas.

  15. akuai said: ini sebenernya bisa dianalogikan dengan ilmu yang kita punya, lalu kita sebarkan. harusnya kita tahu, tapi ternyata kita gak paham.. mungkin. hmm.

    owh.. manggut2.. aseek deh ah.. suka deh mbongkar bagian akhir tulisannya Ai.. hihi..selalu ada makna tersembunyi.. eaa.. =D

  16. jaraway said: owh.. manggut2.. aseek deh ah.. suka deh mbongkar bagian akhir tulisannya Ai.. hihi..selalu ada makna tersembunyi.. eaa.. =D

    dan mba fajar selalu deh curious sama footnote-nya itu XDpadahal yang penting kan apa yang udah kutulis sebelumnya… nulis panjang2 yang dikomentarin satu kalimat itu doang :))

  17. akuai said: dan mba fajar selalu deh curious sama footnote-nya itu XDpadahal yang penting kan apa yang udah kutulis sebelumnya… nulis panjang2 yang dikomentarin satu kalimat itu doang :))

    hahaha.. serunya di situuuuu.. qeqeqe.. yang atas kan dah banyak yang komen.. aku nyimak jawabnmu di komen aja.. haghaghag.. =))

  18. aii.. waktu kecil Mba Ran juga suka menunggu Bapak pulang kerja.. nah, kalau Bapak dah keliatan Mba Ran langsung lari ke tempat Bapak.. sekarang gantian Bapak yg menunggu Mba Ran pulang.. bedanya Bapak ga lari-lari.. Hihihi..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s