Gombalnya Biolog

“Aku mencintaimu seperti semut mencintai gula… Eaaaa…

*Ada yang bisa menterjemahkan artinya?😀
Kutunggu jawabannya sampe besok siang. Yang jawabannya paling keren, eike kirimin pulsa 10rb :D”

Begitulah status seorang kawan di Facebook. Aku terbangun tengah malam ini lalu saat mengecek Facebook, muncul apdetan darinya. Berhubung rasa kantuk tak kunjung menghampiri, jadilah iseng2 ngejawab kuis Si Mbak yang rajin bagi2 pulsa gratis ini. Maka, inilah jawabanku:

“menurutku, orang yang mengatakan “aku mencintaimu seperti semut mencintai gula” adalah orang paling gombal sedunia. jangan dipercaya! bisa jadi dia itu tipe yang tak setia. karena sebenernya, yang dicintai semut bukan cuma gula, tapi juga protein (termasuk di dalamnya bangkai kecoa, whiii). jadi, kalo ada yang bilang “aku mencintaimu seperti semut mencintai gula” bisa jadi berarti kamu sama aja dengan bangkai kecoa. wahahah…😄 #BiologDudul”

Ternyata, saat komenku muncul itu, sudah ada yang lebih dulu menjawab pertanyaan darinya. Dan sebagian besar ikutan gombal. Mengatakan bahwa artinya lengket terus sama pasangan, tak terpisahkan, dan setia selalu. Karena itulah Si Mbak komen begini:

“aaarrghhhh… ai merusak romantisme malam iniiihh… gombal ituh nikmat jendral :p”

yowes.. jadilah acara balas membalas komen berlangsung.

“mwahaha.. tiap peserta bebas menerjemahkan kalimat itu kan mba? kalo mau ngegombal kudu yang cerdas dikit, misalnya, “aku mencintaimu seperti owa jawa yang selalu setia pada sang kekasih” ;D”

“owa jawa teh naon ai? <<—- emak2 gak gaol…”

“owa jawa itu sejenis monyet, mba. xixixi… tapi dia monogami loh! setia bener deh sama pasangannya :))”

ini niiih penampakan owa jawa. ganteng yaa?

Sebenernya, Owa Jawa yang punya nama keren Hylobates moloch ini, lebih tepat disebut kera dibanding monyet. Kalo monyet merupakan kelompok primata berekor, sedangkan kera sebaliknya, nggak punya ekor. Warnanya yang keabu-abuan dan wajahnya yang unyu seringkali membuat Owa Jawa diperjualbelikan dan dijadikan hewan peliharaan. Makanya, hewan ini masuk kategori terancam punah dan harus dilindungi (selain karena habitatnya yang juga rusak).

Trus, emang bener primata yang satu ini sangat setia? Iya banget! Seperti yang kubilang sebelumnya, Owa Jawa itu pelaku monogami. Nggak tahu yaa kalo ternyata di antara pasangannya ada ribut-ribut kecil. Tapi anggaplah itu bumbu dalam hubungan keluarga mereka. Wahaha.. apa coba?

Persoalan monogami yang mereka anut ini menjadi serius bukan karena munculnya isu bahwa Owa Jawa menentang poligami. Halah. Maksudnya, dalam hal konservasi atau upaya pelestarian kera ini, rasanya sulit jika harus menggunakan konsep konservasi ex situ alias konservasi yang dilakukan di luar habitat aslinya, seperti di kebun binatang atau penangkaran, misalnya.

Inget kan yaa, dia itu setia banget sama pasangannya. Kalopun mau dikembangbiakkan di penangkaran yaa bakal susah juga. Say no to free sex lah pokoknya. Hehe. Topik ini pernah dijadikan bahan disertasi oleh dosenku. Jadi, upaya pelestarian terbaik adalah dengan menjaga kelestarian alam aslinya. Tapi kalau melihat bagaimana hutan-hutan di Jawa Barat ini makin rusak oleh fragmentasi dan konversi habitat, hal ini juga bisa bikin Owa Jawa stress loh. Dan ujung-ujungnya bisa menurunkan populasinya. Huff… Hidup ini emang berat yaa Wa!

Ngomong2 soal konservasi, aku paling seneng memberikan contoh Owa Jawa ini ketika di kelas. Dan suatu kali, pernah seorang murid bertanya padaku di akhir cerita yang kusampaikan tentang kisah monogami kera ini, “Trus, Kak, kalau nanti pasangannya mati, dia bakal jadi duda/janda selamanya atau bakal nikah lagi?”

Heh?

Pertanyaannya cerdas betul! Sampai-sampai sang tutor nggak bisa menjawabnya


***
di balik 3 jendela,
25 Juni 2012 pk. 03.20 wib
Kangen mendengar morning call dari Owa Jawa di habitat aslinya. Kangen kamu juga. Eaaa…

*gambar dari sini

41 responses

  1. ai.. tau dari mana kamu klo owa itu setia ? apa kamu cek sms, bbm dan pm dia ? apa kamu ngikutin dia kemana aja pergi ? ngeliat ga matanya lirak lirik ? xixixi..

  2. akunovi said: Jadi, dia nikah lg gak, Ai kalau pasangannya mati? #tetep yah nanyanya, hehe

    haha.. aku belum sempat baca2 lagi. mungkin nanti tanya profku juga :))

  3. ramarizana said: jadiiii,mbak ai dapat pulsanya ndak?

    saat tulisan ini dibuat, lombanya masih berlangsung. sampe sekarang gak jelas pengumumannya. saya ikutan juga buat iseng2 aja :))

  4. indev said: da gula, ada semut…Kamu berada dimana, aku ikut…*itu mah bodyguard, bukan pasangan, hehehe*

    haha.. evi bisa aja.pengennya sih bahas kamu, vi. Eaaa…

  5. makhayr said: ai.. tau dari mana kamu klo owa itu setia ? apa kamu cek sms, bbm dan pm dia ? apa kamu ngikutin dia kemana aja pergi ? ngeliat ga matanya lirak lirik ? xixixi..

    hahahhahaaa…. mungkin aku yang terlalu berbaik sangka yaa mba :))

  6. nurjanahwafa said: Semoga kalian berjodoh. Aamiin. Inget2 undangannya ya Ai. *oot :p

    meski dia ganteng, gue tetep mengutamakan yang sholeh dulu, njee :))

  7. aisyahnj said: owa = buaya, setiaaaa :DCuma kebanyakan org menggunakan istilah ‘buaya darat’ yg diartikan negatif *ahayBelainBuaya*

    oya, betul. buaya juga setia. makanya ada penambahan kata darat kali yaa buat ngebedain ^^a

  8. Hehe…klo menurutku g juga si Ai, buaya kan juga hdup didarat, jd mau buaya air atau buaya darat tetep aja tu mahluk satu setia, pasangannya mati jg g kawin lagi *kekeuhBelainBuaya*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s